Akuntansi merupakan serangkaian proses yang dimaksudkan untuk menghasilkan laporan yang berisikan informasi yang berguna bagi berbagai pihak. Pihak yang menggunakan informasi yang dihasilkan oleh akuntansi terbagi menjadi dua, pihak eksternal perusahaan dan pihak internal perusahaan. Untuk memenuhi kebutuhan informasi pihak eksternal perusahaan yang sifatnya umum dan beragam maka dibutuhkan standar yang berlaku umum dan dapat menjadi acuan dan pedoman bagi penyusunan laporan beserta informasi yang dikandungnya sehingga laporan yang disusun dapat diseragamkan dan mudah difahami. Oleh karena itu, akuntansi yang ditujukan untuk kepentingan pihak pengguna eksternal sering disebut dengan akuntansi yang bertujuan umum atau dalam istilah lain disebut dengan akuntansi keuangan. Namun demikian, informasi yang dihasilkan oleh akuntansi keuangan sifatnya standar dan menyeluruh sehingga informasi tersebut tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan manajemen yang lebih spesifik dan terperinci baik dalam perencanaan maupun pengendalian. Untuk menunjang aktivitas manajerial yang dimulai dari perencanaan hingga pengendalian, pihak internal perusahaan memerlukan informasi yang lebih khusus dan relevan. Informasi ini disediakan oleh cabang akuntansi lain yang disebut dengan akuntansi manajemen.

Definisi dari akuntansi manajemen menurut Supriyono (1987) dalam Kamaruddin (2013) adalah seperti berikut:

“Akuntansi manajemen adalah salah satu bidang akuntansi yang tujuan utamanya untuk menyajikan laporan-laporan suatu satuan usaha atau organisasi tertentu untuk kepentingan proses manajemen yang meliputi perencanaan, pembuatan keputusan, pengorganisasian dan pengarahan serta pengendalian”

Ronald M. Copeland dan Paul E. Dascher (1978) menyatakan bahwa:

“Akuntansi Manajemen adalah bagian dari akuntansi yang berhubungan dengan identifikasi, pengukuran dan komunikasi informasi akuntansi kepada pihak internal manajemen yang bertujuan guna perencanaan, proses informasi, pengendalian operasi dan pengambilan keputusan”

Dari kedua definisi di atas, kita dapat menarik garis besar bahwa akuntansi manajemen ditujukan untuk kepentingan pihak manajemen dalam rangka mengelola suatu perusahaan. Akuntansi manajemen menghasilkan informasi yang tidak dapat disediakan oleh akuntansi keuangan seperti laporan tersegmentasi, harga pokok produk variabel, dan lain sebagainya yang lebih relevan bagi manajemen dalam pengambilan keputusan. Perbedaan antara akuntansi manajemen dengan akuntansi keuangan dapat dilihat disini.

Biaya merupakan informasi yang penting bagi manajemen berkenaan dengan proses pengambilan keputusan. Informasi mengenai biaya akan sangat bermanfaat baik dalam hal penetapan harga yang akan dibebankan pada suatu produk, mengukur berapa laba yang diperoleh perusahaan, mempertimbangkan penerimaan atau penolakan suatu pesanan, menentukan harga pokok produk jadi, maupun dalam hal pemantauan realisasi biaya. Dalam arti yang luas biaya merupakan pengorbanan sejumlah sumber ekonomi yang mengandung manfaat, dihitung dengan satuan uang, yang telah terjadi atau yang mungkin akan terjadi untuk tujuan tertentu. Dengan demikian, biaya tidak hanya meliputi pengorbanan sumber ekonomi yang telah terjadi pada masa lampau namun juga meliputi sejumlah pengorbanan sumber ekonomi yang akan terjadi di masa yang akan datang. Dalam arti yang sempit biaya merupakan pengorbanan sumber ekonomi untuk memperoleh aktiva. Jumlah sumber ekonomi yang dikeluarkan merupakan biaya yang terjadi untuk memperoleh aktiva tersebut dan merupakan kos dari aktiva yang diperoleh.

Kita perlu perhatikan bahwa terdapat dua terminologi yang merujuk pada pengertian biaya yakni istilah cost yang dalam bahasa indonesia sering diartikan sebagai harga perolehan atau kos dan istilah expense yang sering diartikan sebagai beban, biaya, atau ongkos. Perbedaan kedua istilah tersebut terletak pada jangka waktu masa manfaat yang diberikan oleh masing-masing istilah tersebut. jika sejumlah sumber ekonomi dikorbankan dengan memberikan manfaat jangka panjang (lebih dari satu tahun) maka kita akan menggunakan istilah cost dan jika memberikan manfaat hanya pada periode berjalannya dan di masa yang akan datang tidak akan lagi memberikan manfaat maka kita akan menggunakan istilah expense. Karena memberikan manfaat jangka panjang, cost akan dikapitalisir dan ditempatkan di neraca sedangkan expense tidak dikapitalisir dan tempatnya adalah prakiraan laba rugi. Dalam kamaruddin (2013) cost merupakan biaya yang akan memberikan manfaat di masa yang akan datang sehingga ditempatkan di neraca sedangkan expense atau ongkos merupakan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh prestasi. Karena tidak memberikan manfaat lagi di masa yang akan datang maka expense tempatnya adalah laporan laba rugi. Namun demikian, melalui mekanisme pengalokasian manfaat untuk tahun berjalan seperti depresiasi untuk aset tetap dan amortisasi untuk aset tak berwujud, cost akan dikonversi menjadi expense. Aset tetap dan aset tak berwujud umumnya memberikan manfaat lebih dari satu tahun dan harga perolehan untuk mendapatkan aset tetap dan aset tak berwujud merupakan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan. Namun demikian karena manfaat yang diberikan lebih dari satu tahun sedangkan laba rugi perusahaan diukur setiap periode akuntansi (satu tahun) maka untuk mengukur laba rugi perusahaan konsumsi atas manfaat dari aset tetap dan aset tak berwujud harus dialokasikan atau dibebankan sebagai biaya untuk tiap tahun yang mengkonsumsi manfaat aset tetap dan aset tak berwujud tersebut sehingga pada gilirannya cost akan berubah menjadi expense.

Dalam akuntansi dikenal istilah konsep biaya yang berbeda untuk setiap tujuan yang berbeda. Biaya untuk berbagai keperluan dapat diklasifikasikan ke dalam berbagai kelompok menurut karakteristiknya masing-masing. Biaya dapat diklasifikasi ke dalam biaya berdasarkan penggunaan kas, berdasarkan fungsi dalam perusahaan, hubungan biaya dengan objek yang dibiayai, perilaku biaya kaitannya dengan volume produksi, pengambilan keputusan taktis, berdasarkan masa manfaat biaya atau kapitalisasi biaya, berdasarkan peran biaya dalam membentuk produk, biaya pabrikasi, dan biaya dalam pelaporan keuangan eksternal. Dalam penggunaannya, istilah-istilah dalam klasifikasi biaya ini dapat saling silang di antara setiap jenis biaya tergantung pada konteks pemakaian masing-masing konsep biaya. Contohnya biaya bahan baku, berdasarkan perilakunya maka biaya bahan baku ini dapat dilihat sebagai biaya variabel dan berdasarkan peran biaya dalam membentuk produk maka biaya bahan baku dapat dilihat sebagai biaya utama. Namun, pemberian nama yang berbeda tidak mempengaruhi arus kas dan kewajiban perusahaan untuk memenuhi biaya-biaya tersebut.

Untuk memahami lebih lanjut mengenai klasifikasi biaya, berikut merupakan ringkasan klasifikasi biaya beserta penjelasan singkatnya:

Hubungannya dengan pengeluaran kas ·   Biaya Tunai = Biaya yang timbul bersamaan dengan dikeluarkannya kas

·   Biaya Non Tunai = Biaya yang timbul tanpa diikuti pengeluaran kas

Perilaku Biaya ·   Biaya variabel = Biaya yang berubah secara proporsional dengan perubahan volume produksi

·   Biaya tetap = Biaya yang konstan secara total sekalipun terjadi perubahan volume produksi

·   Biaya semivariabel = Biaya yang berubah secara tidak proporsional dengan perubahan volume produksi, berisikan biaya variabel dan biaya tetap

Hubungan biaya dengan objek yang dibiayai ·   Biaya langsung = Biaya yang dapat diidentifikasi hubungannya dengan produk

·   Biaya tak langsung = Biaya yang tidak dapat dengan mudah diidentifikasi hubungannya dengan produk

Pengambilan keputusan taktis ·   Biaya diferensial = Perbedaan atau selisih biaya di antara dua alternatif

·   Biaya kesempatan = Potensi keuntungan atau penghematan biaya yang hilang akibat satu alternatif dipilih dari alternatif yang lain

·   Biaya tambahan = Biaya yang akan terjadi karena terdapt proses yang lebih lanjut atau kegiatan tambahan

·   Biaya terkendali = Biaya yang terjadinya dapat disebabkan oleh keputusan manajemen yang bersangkutan.

Peran biaya dalam membentuk produk ·   Biaya utama = Biaya yang terdiri dari biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja lansung

·   Biaya konversi = Biaya yang terjadi untuk mengubah bahan baku menjadi produk siap pakai, terdiri dari biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik

Kapitalisasi biaya (masa manfaat) ·   Pengeluaran pendapatan = Biaya yang mendatangkan manfaat kurang dari satu tahun

·   Pengeluaran modal = Biaya yang memberikan manfaat lebih dari satu tahun

Biaya pabrikasi ·   Harga pokok produk = Biaya pokok yang melekat pada produk meliputi seluruh biaya yang terjadi selama proses produksi

·   Bahan langsung = Biaya pemakaian bahan baku

·   Tenaga kerja langsung = Biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan penggunaan tenaga kerja langsung

·   Overhead pabrik = Dalam metode harga pokok pesanan, overhead pabrik merupakan biaya selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Dalam metode harga pokok proses, overhead pabrik merupakan biaya selain biaya bahan (baik bahan baku dan bahan penolong) dan biaya tenga kerja (baik langsung maupun tidak langsung)

Pelaporan keuangan eksternal ·   Harga pokok penjualan = Beban pokok produk yang berhasil terjual

·   Biaya penjualan = Biaya yang dikeluarkan dalam rangka memperoleh penjualan

·   Biaya  administrasi dan umum = Biaya yang terdapat dalam fungsi administrasi dan umum

Fungsi manajemen dalam perusahaan ·   Biaya produksi = Biaya yang terjadi dalam fungsi produksi

·   Biaya pemasaran = Biaya yang terjadi dalam fungsi pemasaran

·   Biaya administrasi dan umum = Biaya yang terjadi dalam fungsi administrasi dan umum

Oke cukup sekian mengenai klasifikasi biaya, selanjutnya kita akan bahas mengenai variable costing dan pelaporan tersegmentasi

Rincian mengenai masing-masing kelompok biaya in sya Allah akan dibahas di lain kesempatan, terimakasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat 🙂

Advertisements