Time value of money atau nilai waktu dari uang merupakan konsep mendasar dan dipandang penting dalam manajemen keuangan. Sederhananya dalam konsep ini kita akan mempelajari perubahan nilai uang dari waktu ke waktu dengan tingkat bunga tertentu sehingga kita akan mengetahui berapa sebenarnya nilai uang yang kita pegang hari ini di masa yang akan datang ataupun sebaliknya (nilai kini dari sejumlah aliran kas di masa yang akan datang). Konsep ini menyatakan bahwa uang yang kita miliki pada suatu periode tidak akan sama nilainya dengan uang yang kita miliki periode setelahnya. Misalnya pada tahun 2010 kita memiliki uang sebesar Rp 10.000.000, jika pada tahun 2015 kita masih memegang uang sebesar Rp 10.000.000 maka uang tersebut tidak akan sama nilainya dengan uang yang kita pegang pada tahun 2010. Sepanjang mempelajari konsep time value of money kita akan mengenal istilah future value (nilai masa depan), present value (nilai kini), dan annuity (anuitas). Sebenarnya cara yang sederhana dan cepat untuk menghitung baik future value, present value, maupun anuitas adalah dengan menggunakan kalkulator keuangan atau dengan fungsi dalam microsoft excel bahkan saat ini sudah banyak sekali aplikasi smartphone yang dapat digunakan untuk menghitung ketiga istilah tadi. Namun untuk pemahaman yang lebih mendalam mengenai konsep ini kita bahas perhitungan secara manual. Untuk perhitungan dengan menggunakan fungsi microsoft excel akan di bahas kemudian.

Sebenarnya seberapa penting sih konsep time value of money?

Di banyak buku manajemen keuangan, konsep time value of money biasanya dibahas di bab awal karena pada bab-bab selanjutnya konsep ini akan banyak digunakan. Hal ini karena, seperti yang saya katakan sebelumnya, sifat dari time value of money yang mendasar dalam manajemen keuangan. Dengan mempelajari konsep ini kita dapat mengestimasi berapa sebenarnya nilai uang di masa yang akan datang sehingga kita bisa menentukan investasi mana yang tepat dan paling menguntungkan. Tidak hanya itu, standar akuntansi pun menggunakan konsep nilai waktu uang untuk menghitung komponen harga perolehan aset tetap jika terdapat kewajiban untuk melakukan restorasi terhadap aset tetap di masa yang akan datang dengan mengestimasi nilai kini dari biaya yang timbul di masa yang akan datang akibat kewajiban restorasi tersebut (lihat PSAK 16 Aset Tetap). Namun demikian, adapula yang melakukan kritik ke atas konsep ini diantaranya adalah Ir. Adiwarman Karim dalam bukunya yang berjudul “Bank Islam, Analisis Fiqih dan Keuangan” (kritik atas konsep time value of money akan kita bahas kemudian).  

Baiklah langsung saja kita bahas pengertian dan contohnya:

  1. Future Value (nilai masa depan)

Dalam pengertian yang sederhana Future value adalah nilai masa depan dari sejumlah kas yang kita miliki saat ini dengan tingkat bunga tertentu. Menurut Brigham (2010), nilai masa depan adalah suatu jumlah yang akan dicapai arus kas atau serangkaian arus kas yang berkembang selama selama jangka waktu tertentu bila dimajemukkan menggunakan tingkat bunga tertentu. Misalkan kita memiliki uang sebesar Rp 1.000.000 pada tahun 2015, jika tingkat bunga adalah sebesar 5% per tahun maka kita akan tahu berapa nilai uang tersebut 4 tahun berikutnya dengan menggunakan rumus berikut:

FVn = PV (1+I)n

Keterangan:

FV = Future Value (nilai masa depan)

PV = Present Value (nilai kini)

I = Tingkat Bunga

n = Jumlah periode

Dari persoalan di atas, kita dapat mengetahui bahwa PV nya adalah sebesar Rp. 1.000.000, dengan n = 4, dan I = 5% per tahun maka kita akan mendapatkan FV sebesar:

FVn = PV (1+I)n

FV4 = 1.000.000 (1+0,05)4

FV4 = 1.000.000 (1,2155)

FV4 = Rp 1.215.506

Dengan demikian pada tingkat bunga sebesar 5% per tahun uang sebesar Rp 1.000.000 pada tahun 2010 akan sama dengan Rp 1.215.506 empat tahun berikutnya.

  1. Present Value

Jika sebelumnya kita mencari nilai masa depan dari sejumlah arus kas yang kita miliki saat ini maka present value adalah kebalikannya yakni nilai kini dari sejumlah arus kas yang akan diterima pada suatu periode tertentu dan dengan tingkat bunga tertentu. Proses mencari nilai kini dari sejumlah arus kas masa depan disebut dengan discounting (diskonto). Untuk mengetahui present value dari sejumlah arus kas di masa yang akan datang kita dapat menggunakan rumus berikut:

PVn = FV (1/(1+I)n))

*1/(1+I)n disebut dengan discounting factor atau faktor diskonto.

Untuk lebih mudahnya kita gunakan contoh sebelumnya (FV = Rp. 1.215.506) sehingga kita bisa hitung PV seperti berikut:

PVn = FV (1/(1+I)n))

PV4 = 1.215.506 (1/(1+0,05)4))

PV4 = 1.215.506 (1/1,2155)

PV4 = Rp 1.000.000

Dengan demikian jika kita mengharapkan uang sejumlah Rp. 1.215.506 empat tahun berikutnya dengan tingkat bunga sebesar 5% per tahun maka jumlah yang harus kita investasikan adalah sebesar Rp 1.000.000,-

  1. Anuitas

Anuitas merupakan serangkaian pembayaran dengan jumlah yang sama dalam interval waktu yang tetap selama jangka waktu tertentu dan pada tingkat bunga tertentu. Kalau sebelumnya kita mencari future value dan present value dengan mengasumsikan bahwa uang tersebut kita investasikan sekaligus dalam jangka waktu empat tahun maka anuitas adalah sejumlah pembayaran (dalam jumlah yang sama) yang dilakukan setiap tahunnya selama empat tahun tadi. Tadi kan kita mengivestasikan uang sebesar Rp 1.000.000 sekaligus selama empat tahun, nah kalau misalkan kita investasikan sebesar Rp 1.000.000 setiap tahunnya selama empat tahun maka pembayaran sebesar Rp. 1.000.000 per tahun selama 4 tahun itu dinamakan anuitas. Anuitas terbagi menjadi ordinary annuity (anuitas biasa) dan annuity due (anuitas jatuh tempo). Jika kita melakukan pembayaran di awal periode maka anuitas tersebut adalah anuitas jatuh temo dan jika kita melakukan pembayaran di akhir periode disebut dengan anuitas biasa. Kita akan bahas anuitas biasa terlebih dahulu yakni pembayaran yang dilakukan di akhir periode.

Future Value Dari Anuitas Biasa

Kita langsung saja ke contoh: misalkan kita hendak menginvestasikan uang sebesar Rp. 1.000.000 per tahun selama empat tahun dengan tingkat bunga sebesar 5% per tahun maka future value dari investasi tersebut bisa kita hitung dengan rumus berikut:

FVAn = PMT (((1+I)n – 1)/I)

*PMT = Payment (Pembayaran)

Sehingga future value yang kita peroleh adalah sebagai berikut:

FVA4 = 1.000.000 (((1+0,05)4 – 1)/0,05)

FVA4 = 1.000.000 ((1,2155) – 1)/0,05)

FVA4 = 1.000.000 (0,2155/0,05)

FVA4 = 1.000.000 (4,31)

FVA4 = Rp 4.310.000

Present Value Dari Anuitas Biasa

Untuk menghitung present value dari anuitas biasa kita dapat menggunakan rumus berikut:

PVAn = PMT ((1 – (1/(1+I)n))/I)

Kita akan gunakan contoh yang sama dengan sebelumnya yakni jika pembayarannya adalah sebesasr Rp. 1.000.000 setiap tahun dengan tingkat sebesar 5% per tahun selama 4 tahun.

Dengan demikian kita akan memperoleh present value sebesar:

PVA4 = 1.000.000 ((1 – (1/(1+0,05)4))/0,05)

PVA4 = 1.000.000 ((1 – (1/1,2155))/0,05)

PVA4 = 1.000.000 ((1 – 0,8277)/0,05)

PVA4 = 1.000.000 (0,1773/0,05)

PVA4 = 1.000.000 (3,546)

PVA4 = Rp 3.545.950

Future Value Dari Anuitas Jatuh Tempo

Anuitas jatuh tempo seperti yang saya katakan sebelumnya adalah pembayaran di awal periode. Karena pembayarannya dilakukan di awal periode maka pembayaran akan mendapatkan bunga untuk satu tahun tambahan. Oleh karena mendapatkan bunga untuk satu tahun tambahan maka future value anuitas jatuh tempo akan lebih besar dibanding anuitas biasa. Dengan demikian rumus untuk mencari future value dari anuitas jatuh tempo adalah sebagai berikut:

FVAjatuh tempo = FVAbiasa + (1+I)

Kita gunakan lagi contoh sebelumnya sehingga future value dari anuitas jatuh tempo adalah sebesar:

FVAjatuh tempo = FVAbiasa + (1+I)

FVAjatuh tempo = 4.310.000 + (1+0,05)

FVAjatuh tempo = Rp 4.525.000

Present Value Dari Anuitas Jatuh Tempo

Sama halnya dengan future value dari anuitas jatuh tempo. Karena pembayarannya dilakukan di awal periode maka pembayaran dari anuitas jatuh tempo akan didiskonto mundur satu tahun sehingga rumus untuk mencari present value dari anuitas jatuh tempo adalah sebagai berikut:

    PVAjatuh tempo = PVAbiasa + (1+I)

Jika kita gunakan lagi (maaf yah kalau contohnya itu ittuuuuuu mulu 😀 ) contoh sebelumnya maka:

PVAjatuh tempo = PVAbiasa + (1+I)

PVAjatuh tempo = 3.545.950 + (1+0,05)

PVAjatuh tempo = Rp 3.723.248

Okeh cukup sekian mengenai time value of money, untuk perhitungan menggunakan fungsi microsoft excel akan kita bahas kemudian, semoga bermanfaat, terimakasih sudah berkunjung 🙂

Image was taken from: bisniskeuangan.kompas.com

 

Advertisements