Dalam Mulyadi (2010), akuntansi biaya didefinisikan sebagai proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, dan penyajian biaya pembuatan produk atau jasa dengan cara tertentu, serta penafsiran terhadapnnya. Sama saja dengan definisi akuntansi pada umumnya hanya saja objek kegiatan dari akuntansi biaya adalah biaya. Akuntansi biaya terlihat identik dengan perusahaan manufaktur, padahal semua jenis usaha, apapun itu, pasti membutuhkan informasi mengenai biaya atas produk yang dijualnya hanya saja karakteristik informasi biaya antara jenis usaha satu dengan yang lainnya berbeda. Nah, Akuntansi biaya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan akan informasi tersebut yakni informasi mengenai biaya produksi suatu produk disamping untuk pengendalian dan pengambilan keputusan.

Jenis usaha suatu perusahaan pada umumnya terbagi menjadi tiga: jasa, dagang, dan manufaktur. Ketiga jenis usaha tersebut memiliki karakteristik masing-masing. Perusahaan yang bergerak di bidang jasa memperoleh pendapatan dengan memberikan jasa kepada customer atau client tanpa menjual produk yang berbentuk fisik barang. Di sisi lain, perusahaan dagang memperoleh pendapatan dengan menjual barang yang dibelinya dari perusahaan (vendor) lain dengan menambahkan margin ke atas barang tanpa memberikan nilai tambah (value added) pada barang tersebut. Nah jenis perusahaan yang ketiga (manurfaktur) ini berbeda dari kedua perusahaan tadi. Pada prinsipnya perusahaan manufaktur memperoleh pendapatan dengan menjual produk barang jadi sama halnya dengan perusahaan dagang, namun produk barang jadi yang dijual terlebih dahulu diproses sedemikian rupa sehingg menjadi produk yang siap dijual bukan dengan hanya membeli barang dari perusahaan lain kemudian menjualnya tanpa memberikan nilai tambah, nah dengan demikian perbedaannya adalah terletak pada nilai tambah pada barang yang dijual. Perusahaan dagang tidak memberikan nilai tambah bagi produk yang dijualnya sedangkan perusahaan manufaktur memberikan nilai tambah pada produk yang dijualnya dengan memproses terlebih dahulu bahan mentah menjadi produk yang siap dijual kepada pembeli. Nah, proses tersebut biasa disebut dengan istilah manufacturing (pabrikasi).

Karena karakteristik bisnis dan siklus usaha yang berbeda maka akuntansi yang ada pada ketiga jenis usaha tersebut juga berbeda. Begitu pula dengan akuntansi biaya pada ketiga jenis usaha tersebut juga berbeda sehingga siklus akuntansi biayanya pun berbeda. Pada perusahaan jasa, siklus akuntansi biaya dimulai dengan pencatatan biaya persiapan penyerahan jasa dan berakhir dengan disajikannya harga pokok jasa yang diserahkan. Pada perusahaan dagang siklus akuntansi biaya dimulai dengan pencatatan harga pokok barang dagangan yang dibeli dan berakhir dengan penyajian harga pokok barang yang dijual. Siklus akuntansi biaya pada perusahaan manufaktur dimulai dari pencatatan bahan baku yang digunakan dalam proses produksi, pencatatan biaya tenaga kerja, dan pencatatan biaya overhead pabrik hingga produk tersebut dikirim dan disimpan di bagian gudang sebagai produk jadi yang siap dijual.

Akuntansi biaya itu termasuk kemana? Akuntansi keuangan apa akuntansi manajemen?

Akuntansi biaya merupakan bagian dari akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen. Hal ini karena informasi yang disajikan oleh akuntansi biaya dapat ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pihak eksternal perusahaan dan juga pihak internal perusahaan. Saat ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pihak luar yang bersifat umum maka akuntansi biaya harus memperhatikan karakterstik akuntansi keuangan dan tunduk pada standar akuntansi yang berlaku sehingga dapat dikatakan bahwa akuntansi biaya adalah bagian dari akuntansi keuangan. Begitupun di sisi lainnya, saat ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pihak dalam perusahaan maka akuntansi biaya harus memperhatikan karakteristik akuntansi manajemen sehingga kita dapat mengatakan bahwa akuntansi biaya merupakan bagian dari akuntansi manajemen.

Lalu pengertian dari biaya sendiri itu sebenarnya apa?

Dalam arti yang luas, biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi, yang diukur dengan satuan uang, yang telah terjadi atau yang mungkin akan terjadi untuk tujuan tertentu. Dari pengertian tersebut kita bisa kita lihat bahwa biaya terdiri dari empat unsur:

  1. Pengorbanan sumber ekonomi
  2. Pengorbanan sumber ekonomi tersebut diukur dengan satuan uang
  3. Yang telah terjadi atau yang mungkin akan terjadi
  4. Untuk tujuan tertentu

Kita juga dapat memahami bahwa biaya tidak harus selalu berupa pengorbanan yang telah terjadi di masa lampau namun juga meliputi pengorbanan sumber ekonomi yang mungkin terjadi di masa yang akan datang. Contohnya? Contohnya adalah jika seorang manajer berencana untuk memasang papan iklan reklame. Harga yang harus dibayar untuk rencana tersebut meliputi biaya pembuatan (Rp 1.000.000), Pemasangan (Rp 500.000), dan pajak (Rp. 150.000). Maka uang yang dikeluarkan untuk pemasangan reklame tersebut sebesar (Rp 1000.000 + Rp 500.000 + Rp 150.000) Rp 1.650.000 merupakan biaya. Jadi biaya tidak hanya berhubungan dengan pengorbanan yang telah terjadi, namun juga yang direncanakan akan terjadi.

Kalau dalam arti sempitnya?

Biaya dalam arti sempit adalah pengorbanan sumber ekonomi untuk memperoleh aktiva (asset). Namun ada hal yang perlu kita perhatikan disini bahwa terdapat perbedaan antara biaya dalam arti luas dan biaya dalam arti yang sempit. Dalam arti yang sempit, pengorbanan sumber ekonomi untuk memperoleh aktiva sering disebut dengan istilah kos atau cost (dalam bahasa inggris). Misalkan seorang manajer membeli sebuah mesin seharga Rp. 10.000.000. Pengorbanan tersebut merupakan kos mesin yang dibeli dan dicatat sebagai aktiva (asset) di laporan posisi keuangan. Mesin pada umumnya memiliki masa manfaat yang lebih dari satu tahun. Jika masa manfaat mesin tersebut lebih dari satu tahun maka konsumsi atas manfaat dari mesin harus dialokasikan atau dibebankan sebagai biaya untuk tiap tahun yang mengkonsumsi manfaat mesin tadi.

Terus kalau pengelompokkan biaya itu bagaimana?

Biaya dapat diklasifikasi berdasarkan objek yang dibiayai (ex: biaya bahan bakar, biaya bahan baku, dsb), berdasarkan fungsi pokok dalam perusahaan (biaya pemasaran, biaya administrasi dan umum, dan biaya produksi), berdasarkan hubungan biaya dengan sesuatu yang dibiayai (biaya langsung dan biaya tidak langsung), berdasarkan perilaku biaya sehubungan dengan perubahan volume produksi (biaya variabel dan biaya tetap), dan berdasarkan masa manfaat biaya (capital expenditure dan revenue expenditure).

Oke cukup sekian, di lain kesempatan kita akan bahas mengenai Harga Pokok Pesanan dan Harga Pokok Proses baik dengan variable costing maupun full costing, semoga tulisan ini bermanfaat, terimakasih sudah berkunjung 🙂

Image was taken from: mebiso.com

Advertisements