Halo semua, ini adalah artikel pertama saya di blog ini. Ga kerasa udah 4 tahun belajar akuntansi (walaupun ga faham-faham amat hahaha), lulus strata 1 megang gelar SE beuh mun ceuk bahasa sunda mah beurat nyepeung na oge 😀 tapi yah jalanin aja lah hahaha. Yah sudahlah lupakan yang tadi, saya mau berbagi pengetahuan saja, ga banyak emang cuman semoga bermanfaat :). Well, here we go:

Akuntansi atau yang dalam bahasa inggris disebut accounting dapat dikatakan sebagai suatu sistem yang didesain untuk menghasilkan informasi keuangan yang bermanfaat bagi siapapun yang berkepentingan dengan informasi tersebut. Akuntansi sering disebut sebagai seni dalam mencatat dan merangkum transaksi sedemikian rupa untuk menghasilkan dan menyajikan informasi dalam bentuk laporan keuangan. Kieso, et al. (2010) dalam Dwi Martani (2014) mendefinisikan akuntansi sebagai suatu sistem dengan input data dan output berupa informasi dan laporan keuangan yang bermanfaat bagi pengguna internal dan eksternal entitas. Sebagai sistem, akuntansi terdiri atas input yaitu transaksi, proses yaitu kegiatan untuk merangkum transaksi, dan output berupa laporan keuangan.

Jadi kalau kata om Kieso akuntansi itu suatu sistem dengan memasukan data-data transaksi sebagai input, memproses input (transaksi) tersebut sedemikian rupa sehingga menghasilkan keluaran berupa informasi yang berguna baik bagi pihak internal (manajemen) maupun pihak eksternal (stakeholder). Kalau kita lihat dari sudut pengguna, akuntansi sendiri terbagi menjadi akuntansi manajemen dan akuntansi keuangan. Bedanya apa bro? Perbedaan pokok antara akuntansi manajemen dengan akuntansi keuangan adalah tujuan dari informasi yang dihasilkan oleh akuntansi itu sendiri. Jelas sekali bahwa akuntansi manajemen ditujukan untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi pihak manajemen berkenaan dengan aktivitas manajerialnya yang dimulai dari perencanaan hingga pengendalian dan pengawasan. Karena ditujukan untuk memenuhi kebutuhan manajemen maka akuntansi manajemen sifatnya lebih fleksibel dibanding akuntansi keuangan dan tidak memiliki standar khusus yang mengaturnya namun tetap memegang prinsip umum pelaporan seperti keandalan dan relevansi informasi yang disajikan. Informasi yang disajikan harus andal yang berarti bebas dari pengertian yang menyesatkan dan bebas dari kesalahan yang sifatnya material. Relevan berhubungan dengan kegunaan informasi tersebut dalam pengambilan keputusan. Bisa dibayangin kalau misalkan informasi yang dihasilkan tidak andal dan relevan, tentu bisa berakibat pada kualitas informasi tersebut dan dapat menyebabkan kesalahan dalam pengambilan keputusan jadi walaupun fleksibel dan tidak ada standar tertentu yang mengaturnya tetap saja pelaporan dalam akuntansi manajemen harus didasarkan pada prinsip tadi.

Nah kalau akuntansi keuangan itu ya bisa dibilang kebalikannya. Akuntansi keuangan ditujukan untuk menghasilkan laporan keuangan untuk tujuan yang umum. Karena akuntansi keuangan ditujukan untuk pengguna luar yang sifatnya umum dan memiliki kepentingan yang berbeda maka akuntansi keuangan memerlukan standar tertentu sehingga format pelaporannya dapat diseragamkan dan informasi yang dihasilkan dapat digunakan dan dimengerti oleh banyak pihak (eksternal). So who are the external parties? Pihak eksternal merupakan pihak-pihak di luar entitas yang memiliki kepentingan dengan entitas tersebut such as calon investor, kreditor, suplier, pemerintah, dan lain sebagainya yang memiliki kepentingan yang berbeda satu sama lainnya.

Singkatnya seperti itu mengenai akuntansi, perbedaan lebih rincinya dapat dilihat pada tulisan berikutnya (Perbedaan Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen). Diantara akuntansi manajemen dan akuntansi keuangan terdapat satu cabang akuntansi yang disebut dengan akuntansi biaya (Dosen Sistem Informasi Akuntansi saya lebih suka nyebut akuntansi kos dibanding akuntansi biaya, bilangnya sih karena kalau menggunakan kata “akuntansi biaya” sejatinya kita tidak membahas mengenai pendapatan padahal kalau kita berbicara biaya semestinya kita berbicara pendapatan juga (prinsip matching cost and revenue (kalau ga salah kaya gitu bahasa inggrisnya 😀 )), nah akuntansi biaya hanya membahas persoalan biayanya saja dan tidak membahas pendapatannya jadi menurut beliau lebih cocok kalau disebut akuntansi kos, entahlah bingung saya juga hahaha). Dalam akuntansi biaya, yang dicatat dan dirangkum adalah transaksi-transaksi yang terjadi berkenaan dengan kegiatan produksi suatu produk. Jadi intinya sih akuntansi biaya ini ada diantara akuntansi manajemen dan akuntansi keuangan, karena apa? Karena penggunanya bisa jadi pihak internal (manajemen) dan bisa jadi pihak eksternal.

Ya kurang lebih seperti itu, mohon koreksi kalau ada yang salah, terima kasih sudah berkunjung 🙂

Image was taken from: ichwan.dosen.narotama.ac.id

Advertisements